Lima Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Kematian Menurut Sains

Lima Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Kematian Menurut Sains

Merokok saat ini tidak lagi menempati urutan teratas dalam hal meningkatkan risiko kematian. Posisinya digantikan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya, yang berakar dari preferensi manusia masa kini terhadap gaya hidup yang cenderung tidak banyak bergerak dan tidak suka bersosialisasi. Kelima gaya hidup yang membahayakan kesehatan tersebut adalah:

1. Kesepian

Pesatnya perkembangan media sosial yang membuat manusia makin enggan untuk berinteraksi secara langsung membuat Vivek Murthy, seorang Mantan Ahli Bedah Umum menyebut bahwa "kesepian adalah sebuah wabah mematikan yang menyebar ke seluruh dunia".

Julianne Holt-Lunstad, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young, dalam penelitiannya menemukan bahwa kesepian berpotensi memperpendek hidup manusia. Potensinya setara dengan merokok sebanyak 15 batang sehari.

2. Terlalu Banyak Duduk

Duduk sepanjang hari meningkatkan risiko terhadap penyakit kanker, demikian menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014.

Penelitian yang metodenya termasuk dalam kategori "gold-standard for research" ini melakukan meta-analisis terhadap sampel data yang diambil dari empat juta orang, yang mencakup data tentang seberapa sering mereka duduk untuk menonton TV, bekerja, dan melakukan perjalanan.

Tambahan waktu duduk selama dua jam akan meningkatkan risiko seseorang terhadap kanker usus, endometrium, dan paru-paru, terlepas dari fakta bahwa mereka masih berolahraga di pagi atau siang harinya.

3. Kurang Tidur

The Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat menyebutkan bahwa kurang tidur merupakan masalah kesehatan masyarakat, karena sekitar 50 sampai 70 juta orang di AS merasakan gangguan tidur atau sering terjaga dalam tidurnya.

Profesor Valery Gafarov dari WHO pada tahun 2015 menemukan fakta bahwa kurang tidur akan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung dalam tingkat yang sama dengan kebiasaan merokok.

"Kurang tidur harus dianggap sebagai faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular bersamaan dengan merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk," katanya.

4. Menggelapkan Warna Kulit

Kebiasaan orang berkulit putih untuk berjemur demi membuat warna kulit mereka jadi lebih gelap, baik dengan berjemur di bawah sinar matahari maupun di dalam ruangan (indoor tanning) sama-sama berbahayanya, dan ternyata lebih berbahaya dibandingkan kebiasaan merokok.

Pada tahun 2014, beberapa ilmuwan mempublikasikan sebuah penelitian di jurnal JAMA yang menemukan bahwa jumlah kasus kanker kulit yang disebabkan oleh indoor tanning lebih tinggi daripada kanker paru-paru yang disebabkan oleh rokok.

"Mengingat banyaknya kasus kanker kulit yang disebabkan oleh indoor tanning, temuan ini membuat indoor tanning menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama," demikian kesimpulan para peneliti dalam jurnal tersebut.

5. Pola Makan yang Buruk

Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa makanan olahan yang manis dan tinggi lemak jenuh berpotensi membuat manusia mengalami berbagai penyakit yang mengancam nyawa, dalam tingkatan yang sama atau lebih tinggi daripada kebiasaan merokok.

Pada tahun 2016, peneliti yang mempelajari risiko kematian akibat pola makan yang buruk menyimpulkan bahwa tingkat kematian akibat pola makan yang buruk  lebih tinggi dibandingkan dengan risiko kematian akibat gabungan antara minum alkohol, mengkonsumsi narkoba, melakukan hubungan seks tanpa pengaman, dan merokok.

---

(sumber: Business Insider)