Minumlah Kopi Empat Cangkir Sehari

Minumlah Kopi Empat Cangkir Sehari

Kopi selama ini tidak memiliki reputasi sebagai minuman kesehatan, meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa minuman berkafein ini memberikan manfaat yang lebih dari sekedar penstabil mood dan penyemangat pagi. Di antara banyak manfaat kesehatan yang dimiliki kopi, para peneliti mengkaitkannya dengan penurunan risiko terhadap penyakit Alzheimer dan perlindungan terhadap sirosis liver.

Para pengkritik kopi menyatakan bahwa kopi buruk bagi jantung, dan meminum terlalu banyak kopi cenderung membuat kita gelisah. Namun demikian, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology menunjukkan bahwa dalam jumlah yang optimal, kopi justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. 

Joachim Altschmied, Ph.D. dan Judith Haendeler, Ph.D., para ahli biologi dan penulis dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa empat cangkir kopi sehari akan membantu sel jantung berfungsi lebih efisien, karena jumlah kafein yang dikandungnya akan mendorong protein yang disebut p27 masuk ke dalam mitokondria sel-sel jantung.

Perlu pula dicatat bahwa ini bukan satu-satunya manfaat kesehatan yang dimiliki kopi, "Empat cangkir kopi atau lebih dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes," kata Altschmied. 

Jadi, jika Anda masih merasa khawatir untuk menikmati secangkir kopi di sore hari, lebih baik Anda ingat-ingat lagi manfaat kesehatan yang terkandung dalam empat cangkir kopi, seperti yang dirangkum dari berbagai penelitian di bawah ini:

1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Kopi tidak hanya meningkatkan aktivitas sel jantung. Para peneliti di Sungkyunkwan University di Korea Selatan menemukan bahwa orang yang minum kopi secara teratur memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit jantung. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Yuni Choi ini melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 25.000 pria dan wanita, dan menyimpulkan bahwa konsumsi kopi berkorelasi dengan jumlah kalsium di dinding arteri koroner (penumpukan kalsium, atau kalsifikasi pada dinding arteri adalah tanda awal dari aterosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit mikrovaskuler koroner). Pada penelitian tersebut, Dr. Choi dan timnya mendapatkan fakta bahwa tumpukan kalsium di dinding arteri dalam tingkat yang paling rendah ditemukan pada mereka yang mengonsumsi tiga hingga lima cangkir kopi setiap hari.

2. Mengurangi risiko kanker kolorektal

Menurut sebuah penelitian di University of Southern California, kopi dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya kanker kolorektal sebesar 26 persen. Bagi mereka yang minum lebih dari 2,5 cangkir kopi sehari, risiko kanker menurun hingga 50 persen. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang meminum kopi tanpa kafein, yang berarti kebaikan kopi tidak hanya terletak pada kafeinnya saja. "Kami agak terkejut melihat bahwa kafein tidak ada kaitannya dengan hal ini," kata Stephen Gruber, M.D., Ph.D., M.P.H., penulis utama dalam studi ini. “Ini menunjukkan bahwa kafein bukanlah satu-satunya unsur pelindung tubuh yang terdapat pada kopi.”

Studi lainnya yang memeriksa 953 pasien kanker kolorektal sebagai subjek penelitian juga menunjukkan hasil yang serupa, yakni bahwa pasien yang mengkonsumsi kopi sebanyak 4 cangkir atau lebih setiap hari mengalami penurunan tingkat kekambuhan hingga 42% dan penurunan risiko kematian akibat penyakit tersebut hingga 33%.

3. Menghindarkan penyakit Alzheimer

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kafein dapat melindungi kita dari demensia dan penyakit Alzheimer; dan ternyata kafein tidak hanya menawarkan efek stimulasi jangka pendek pada sistem saraf pusat. Para peneliti mulai mempelajari dampak jangka panjang kopi terhadap kognisi. Dalam buklet Coffee & Health edisi November 2016 terbitan The Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC), yang mengutip hasil penelitian tim dari China, disebutkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat mengurangi risiko berkembangnya penyakit Alzheimer hingga 27%.

Sementara sebuah studi lainnya yang dilakukan pada tahun 2009 oleh tim peneliti dari Department of Neurology, University of Kuopio, dan beberapa lembaga lain dari Finlandia dan Swedia, menemukan bahwa mereka yang meminum kopi sebanyak 3-5 cangkir per hari mengalami penurunan risiko terhadap penyakit Alzheimer hingga 65%. Temuan ini mungkin dapat membuka peluang terhadap upaya pencegahan demensia dan penyakit Alzheimer.

4. Melindungi liver

Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa alkohol berdampak buruk bagi liver. Tetapi jika Anda minum kopi di pagi hari setelah minum alkohol pada malam harinya, kopi yang Anda minum kemungkinan dapat menyembuhkan hal yang lebih serius daripada sekedar mabuk. Banyak penyakit, seperti hepatitis, lemak pada liver, atau alkoholisme kronis, dapat menyebabkan sirosis, atau jaringan parut pada hati. Studi yang dilakukan di Amerika Serikat dan Italia mendapatkan kesimpulan bahwa konsumsi kopi secara konsisten terkait dengan penurunan risiko sirosis, dengan potensi pengurangan risiko sebesar 25% hingga 70%; dan penelitian lebih lanjut yang dilakukan di AS menunjukkan bahwa konsumsi kopi mengurangi risiko kematian akibat sirosis alkoholik (sirosis yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan). 

Studi lainnya yang dipimpin oleh Dr. Oliver Kennedy dari Universitas Southampton, Inggris, menganalisis data dari sembilan studi yang diterbitkan sebelumnya tentang kopi dan kesehatan liver. Analisis mereka menunjukkan bahwa minum kopi satu cangkir sehari berkorelasi terhadap penurunan risiko sirosis sebesar 22%. Dengan dua cangkir kopi, risiko turun menjadi 43%. Untuk tiga cangkir kopi, risiko turun 57%, dan untuk empat cangkir kopi, risiko turun sebesar 65%.

Tidak seperti minuman berkafein lainnya, kandungan kopi yang unik memberikan wawasan penting kepada para ilmuwan tentang cara mencegah penyakit, dan menunjukkan bahwa kopi memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekedar menjadi mood booster. Asalkan dikonsumsi dalam takaran yang tepat, kopi akan memberikan manfaat maksimalnya bagi kesehatan kita.

Jadi, jangan ragu untuk ngopi...!

---

(dirangkum dari: Inverse, bigthink, Inc, India TV News, USC News, EurekAlert!Dana Farber Cancer Institute, Reuters, Coffee & Health, PubMed, & LWW Journal | sumber gambar lain: Pixabay)